Kuau raja (Argusianus argus) [2] adalah salah satu burung yang terdapat di dalam suku Phasianidae. Kuau Raja mempunyai bulu berwarna cokelat kemerahan dan kulit kepala berwarna biru.
Kuau raja adalah salah satu jenis satwa paling unik dan eksotis di Indonesia, tepatnya burung ini hidup di Sumatra. Penyebaran populasi kuau raja berada di Asia Tenggara, mereka juga dapat ditemukan di Malaysia, lho. Kuau raja memiliki visual yang cantik menawan, bulu-bulu halusnya berwarna cokelat ...
Kuau raja memang tidak bisa terbang jauh, namun kekurangan ini diimbanginya dengan kemampuan berlarinya yang sangat baik. Burung ini juga dapat berpindah tempat dengan melompat ke dahan-dahan pohon. Kuau raja juga memiliki penciuman dan pendengaran yang sangat tajam sehingga sukar ditangkap.
Kuau Raja (Argusianus argus) merupakan anggota dari famili Phasianidae, yang juga mencakup burung-burung seperti merak dan ayam hutan. Nama "Argus" dalam taksonominya diambil dari mitologi Yunani, yakni raksasa bermata seratus, yang secara puitis menggambarkan pola mata yang menghiasi bulu-bulunya yang cantik.
Burung Kuau Raja tersebar di hutan hujan tropis Asia Tenggara khususnya di pulau-pulau Sumatera, Kalimantan dan Semenanjung Malaysia. Ciri khas satwa ini memiliki bulu berwarna coklat kemerahan dihiasi bulatan atau bintik-bintik kecil dan kepala berwarna biru, serta bulu tengkuk berwarna kehitaman.
BICARA LINGKUNGAN - Burung kuau, terutama kuau raja (Argusianus argus), merupakan salah satu satwa endemik Sumatera yang menakjubkan. Burung ini dikenal dengan julukan “si raksasa seratus mata”, karena pola bulu ekornya menyerupai mata yang indah dan menawan.
Burung ini dianggap punah punah, namun kehadiran mereka yang misterius telah memicu minat para peneliti dan pengamat alam. Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi kehidupan, karakteristik, dan fakta menarik tentang burung Kuau Raja, serta upaya pelestariannya yang sedang berlangsung. Untuk mengenal lebih dalam mengenai burung Kuau Raja, simak penjelasan selengkapnya berikut ini seperti ...